BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Tanaman hortikultura berupa sayuran dan buah semusim dapat ditanam pada lahan rawa lebak pada musim kemarau, yaitu bila lahan sudah atau dibagian guludan pada lahan yang ditata dengan sistem surjan. Usaha tani hortikultura cukup banyak memerlukan modal dan tenaga kerja, sehingga pemilihan teknologi pengelolaan air dan pemberian pupuk yang tepat perlu dilakukan secara efektif. Penerapan teknologi fertigasi dengan dosis nutrisi yang tepat waktu dan jumlah akan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil tanaman hortikultura di lahan rawa. Teknologi fertigasi (pemupukan dan irigasi) yang pernah diterapkan untuk tanaman hortikultura pada lahan rawa hanya memiliki tingkat keseragaman distribusi cairan rata-rata 60 %. Alsin fertigasi hasil rekayasa BBP Mektan, Serpong pada tahun 2006 telah dimodifikasi agar lebih baik dan mampu diterapkan di lahan terbuka rawa lebak. Hasil modifikasi menunjukkan bahwa alsin fertigasi mampu mencampur tiga jenis pupuk dengan dosis hingga 3,2 mg/L (ppm). Alsin ini dapat digunakan untuk mengairi sekaligus memupuk tanaman cabe, tomat maupun jeruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merekayasa (memodifikasi) alsin fertigasi untuk lahan terbuka dalam usaha peningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air dan pupuk pada tanaman hortikultura dan melakukan uji model penerapannya di wilayah lahan rawa lebak. Hasilnya menunjukkan bahwa harga prototipe alsin fertigasi dapat ditekan dari Rp. 20 juta hingga Rp 15 juta per unit (tanpa jaringan irigasi), mampu mencampur 3 (tiga) jenis pupuk dan pengaturan dosis pupuk menurut nilai EC dan pH lebih sederhana dan mudah. Namun demikian, akurasi pencampuran pupuk masih belum maksimal dan kebutuhan daya listrik minimal 1,5 kW untuk mengoperasikan alsin fertigasi ini merupakan kendala yang harus dipecahkan. Pengaturan sensor EC dalam sistem kontrol dosis pupuk juga masih memerlukan perbaikan. Dalam penerapan di lokasi lahan rawa lebak, meskipun aplikasi alsin fertigasi ini mampu menjamin hasil panen cabe, namun masalah penurunan voltase listrik bagi alsin fertigasi di lokasi menyebabkan hasil pengujian penerapan tidak maksimal dan kurang valid sebagai hasil tulisan ilmiah.

Kata kunci : Alat Mesin, Fertigasi, Hortikultura, Lahan Rawa Lebak