BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

Indonesia mempunyai potensi limbah baik sampah kota maupun limbah pertanian yang cukup melimpah dan pada saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kedua macam limbah ini dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik dengan proses dekompsosisi untuk mendapatkan beberapa manfaat sekaligus memecahkan masalah. Pengolahan sampah dapat menanggulangi masalah pencemaran lingkungan sedangkan pupuk organik yang dihasilkan dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dalam pengumpulan bahan baku (limbah) maupun proses produksi pupuk organik tersebut. Di bidang pertanian, limbah hasil budidaya tanaman pangan seperti jerami, jagung maupun rumput cukup melimpah dan sangat berpotensi untuk dijadikan pupuk organik. Oleh karena itu dukungan penggunaan alat mesin (alsin) pengolah limbah menjadi kompos ini akan sangat diperlukan. Saat ini, teknologi alsin pembuat kompos masih pada status pilot plant dan belum optimal untuk mencapai status layak operasional pada tingkatan komersial. Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong telah merekayasa prototipe alsin unit pengolah limbah menjadi kompos dengan kapasitas 500 kg kompos per hari. Prototipe alsin unit pengolah kompos ini terdiri dari 5 (lima) komponen alsin yaitu: alsin pencacah limbah organik, rumah kompos (bak fermentasi), alsin pengayak dan pengering, alsin penghancur kompos dan alsin pengemas sederhana. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua komponen utama alsin dapat berfungsi sesuai yang diharapkan sehingga hasil kompos yang diperoleh sesuai dengan kriteria standar mutu kompos yang telah di tetapkan dalam SNI kompos. Namun demikian kapasitas total alsin unit komposting ini hanya sekitar 285 kg kompos/ hari. Standar operasional (SOP) pembuatan kompos berbahan baku jerami telah dibuat berdasarkan hasil penelitian ini dengan dukungan alsin pencacah dan rumah kompos (unit reaktor sederhana) dan bantuan zat kimia bio-aktivator M-Dec buatan Balai Penelitian Tanah dengan lama proses pengkomposan sekitar 2 (dua) minggu. Dari analisa ekonomi teknik, dengan tambahan biaya pokok pengoperasian alsin sebesar Rp. 95,-/kg dan harga jual kompos antara Rp. 400 – 500,-/kg, maka penggunaan alsin pencacah masih layak untuk digunakan. Bahkan dengan mengaplikasikan semua komponen alsin pada proses pengkomposannya, besarnya biaya pokok alsin sebesar Rp. 128,-/kg dibanding dengan harga jual kompos di atas, maka kelayakan penggunaan alsin ini masih dirasa cukup diterima. Nilai B/C ratio juga lebih dari 1,0 menunjukkan bahwa usaha pembutan kompos dengan aplikasi alsin masih cukup layak. Namun demikian, penyempurnaan disain alsin pengayak dan penepung hasil kompos dan optimasi ukuran rumah kompos perlu dilakukan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja alsin unit komposting.

Kata kunci: limbah pertanian, alat mesin, proses komposting, pupuk organik