BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

ABSTRAK

“Uji Kinerja dan Modifikasi Stripper padi untuk Mendukung Pengembangan Lahan Gambut” merupakan salah satu bagian kegiatan pada Program On-Top Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Lahan Pasang Surut Kawasan PLG (Badan Litbang Pertanian) sebagai pelaksanaan INPRES nomor 2 tahun 2007, dengan maksud untuk melakukan uji kelayakan mesin Stripper (Reverse Engineering), ditinjau dari aspek teknis, dan ekonomis dan analisa perbandingan dengan kinerja berbagai cara panen di sentra produksi padi di Pulau Jawa.  
Sejarah Mesin Pemanen Padi Stripper Harvester Gathered (Rancangan IRRI) di perkenalkan di Indonesia pada Tahun 1993 s/d 1996 melalui Proyek GTZ dan Proyrk IRRI, bekerjasama dengan Institusi : (1) IPB, Bogor ; (2) Balitpa Sukamandi  ; (3) Proyek Pasang Surut ISDP; dan (4) BBP Mektan, lokasi pengembangan yang dipilih adalah Propinsi Jawa Barat dan Propinsi Sumatera Selatan, dan Bengkel Pengrajin yang ditunjuk untuk proses fabrikasi adalah PT. Adi Setia Utama Jaya, Surabaya, akan tetapi di pulau Jawa mesin ini belum berkembang.
Prinsip Kerja Mesin Penyisir Padi (Stripper Harvester type Gathered) adalah melakukan panen padi dengan cara menyisir tegakan tanaman padi yang siap panen, mengambil butiran padi dari malainya dan meninggalkan tegakan jerami di lapangan.
Modifikasi pada tahun 2001, oleh Bengkel Pengrajin Lokal (Bengkel Usaha Pinrang) dari yang semula ”Walking Type” menjadi ”Riding Type” telah menjadikan mesin ini berkembang populer di Propinsi Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Pinrang dan sekitarnya dengan sebutan Stripper “Chandue”   Studi kelayakan terhadap Mesin Stripper “Chandue” telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2005 oleh BBP Mektan di Kabupaten Pinrang.
Tiga jenis Mesin Panen padi yang diuji kinerjanya adalah : (a) Stripper “Chandue” (Riding Type) buatan fabrikan lokal di Kabupaten Pinrang  ; (b) Stripper Modifikasi “Gunung Biru” (Walking Type) buatan fabrikan lokal di Surabaya ; dan (c) Mesin Sabit Mower.   Hasil Uji Kinerja Stripper Candue adalah , kapasitas kerja 2,5 s/d 4,2 jam/ha, effisinsi kerja lapang 52,52, dan losses 7,8 %.   Untuk stripper Gunung Biru adalah , kapasitas kerja 7,5 jam/ha, effisiensi kerja 80 % , dan losses 1,89 %.   Untuk mesin sabit mower adalah , kapasitas kerja 18 jam/ha, effisiensi kerja 95,5 % , dan losses  0,35 %.       Untuk kondisi musim basah di lahan gambut atau lahan pasang surut, kombinasi antara mesin Stripper Gunung Biru (kinerja Stationary) dengan kapasitas kerja 600 kg/jam dengan mesin sabit Mower , Kapasitas kerja 18 jam/ha, diharapkan akan menjadi alternatif pilihan Teknologi Panen Padi musim penghujan di kawasan PLG Kalimantan