BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Haryono, Budiman Diana Atma, Sulistiadji Koes, Hidayat Muhammad
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Penanaman bibit padi secara mekanis menggunakan mesin tanam bibit (rice transplanter) untuk meningkatkan kapasitas tanam dan substitusi tenaga tanam. Beberapa contoh transplanter impor mulai diperkenalkan di Indonesia.Sebelum alsin ini dipergunakan oleh petani di lapang lebih dulu perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dari aspek teknis maupun aspek ekonomis. Evaluasi dilaksanakan di 3 propinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali.Dalam evaluasi ini dilakukan uji teknis di lapangan dan demontrasi dihadapan petani terhadap kinerja alsin tersebut. Selanjutnya dilakukan survei kepada petani tentang budidaya padi konvensional dan penerapan mekanisasi. Dalam hal evalusi teknis terhadap mesin tanam bibit padi menunjukkan bahwa alat mesin dapat dioperasikan dilahan sawah dengan kedalaman lapis kedap maksimum 20cm. Jarak tanam 30 x 13,6cm menghasilkan populasi tanam 250.000 rumpun/ha tidak berbeda dengan populasi yang ditanam dengan jarak tanam 20 x 20 cm secara konvensional. Namun jumlah 3-4 bibit tiap lubang dengan 200 grm benih tiap kotak ukuran 60 x 30cm2 perlu dikoreksi dengan 2-3 bibit tiap lubang. Untuk memenuhi jumlah tersebut benih harus dikurangi menjadi 150gr per kotak, namun dengan tetap memperhatikan rumpun kosong lebih kecil dari 5%. Dari aspek ekonomi mesin dengan 4 baris tanam lebih layak untuk dioperasikan dibanding mesin dengan 2 baris tanam. Hal tersebut ditunjukkan dengan b/c ratio 1.4 dibanding 1.0 dan titik impas 43 hari/tahun dibanding 93 hari/tahun masing – masing untuk mesin 4 baris dan 2 baris. Bahkan bila beberapa kondisi lapang dapat diperbaiki, kapasitas dapat ditingkatkan maka biaya operasi dapat ditekan sehingga akan menurunkan biaya tanam dan lebih menguntungkan bagi usahatani. Saat ini seluruh areal tanam masih dapat diatasi dengan tenaga manual yang ada. Namun kenyataan bahwa usia tenaga tanam rata-rata diatas 40 thn, sudah diatas usia produktif maka harus mulai dipikirkan penggantinya. Artinya alternatif kearah mekanisasi tanam dalam waktu dekat dimungkinkan.