BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Suparlan, Tjahjohutomo Rudy, Supriyanto,  Widodo Puji
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Produksi buah jeruk dan mangga pada saat panen raya dalam jumlah melimpah, sedangkan harganya turun drastis sehingga pendapatan petani tidak sesuai dengan volume produksi yang dihasilkan. Kondisi ini diperburuk dengan besarnya kerusakan hasil produksi karena sarana alat dan mesin untuk prosesing buah segar masih kurang sehingga mutu buah rendah dan tidak dapat disimpan dalam waktu lama. Rendahnya mutu buah meliputi keseragaman ukuran/berat, warna, rasa dan yang lebih penting kontaminasi hama atau serangga mengakibatkan buah yang dihasilkan tidak dapat bersaing dengan buah impor. Oleh karena itu diperlukan dukungan teknologi alat dan mesin penanganan segar buah jeruk dan mangga untuk meningkatkan mutu dan memperpanjang masa simpannya agar dapat bersaing di pasar global maupun regional. Tujuan kegiatan tahun anggaran 2005 adalah merancang dan mengembangkan alat pemetik buah mangga, mesin perlakuan panas buah mangga, dan memodifikasi mesin sortasi/grading buah jeruk berdasarkan ukuran/diameter.

Alat pemetik buah mangga dirancang untuk memanen buah mangga dengan memotong tangkai buah sepanjang minimal 10 mm dari pangkal buah. Panjang batang pemetik berkisar antara 2-6 meter. Alat pemetik ini dilengkapi dengan pisau pemotong (cutter) yang kedudukannya dapat diatur tinggi rendahnya dan keranjang buah untuk menampung buah yang terpetik. Kapasitas alat pemetik adalah 340-480 butir/jam untuk mangga arumanis dan 320-375 butir/jam untuk mangga Indramayu. Panjang tangkai buah hasil pemetikan rata-rata diatas 20 mm. Tingkat kerusakan buah karena tidak bertangkai dan bergetah adalah 4,7-6,4%. Biaya pokok pengoperasian alat pemetik mangga adalah Rp 4472/jam atau Rp 37/kg mangga. Pengoperasian alat pemetik menghasilkan B/C ratio sebesar 1,29.

Mesin perlakuan panas buah dirancang untuk memanaskan buah mangga pada suhu sekitar 46°C selama 20-30 menit sehingga hama, serangga atau jamur yang ada pada permukaan kulit buah menjadi mati. Selain itu fungsi dari perlakuan panas buah mangga adalah untuk meningkatkan ketahanan buah terhadap kerusakan akibat penyimpanan pada suhu rendah (chilling injury). Metode perlakuan panas buah mangga dilakukan dengan menggunakan uap panas (steam). Hasil uji fungsional dari mesin perlakuan panas menunjukkan bahwa penyebaran suhu di dalam ruang perlakuan panas berkisar antara 45-53°C. Untuk menaikkan suhu ruang perlakuan panas dari 25°C ke 45°C ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 menit. Penyebaran suhu di dalam ruang perlakuan panas belum seragam, terdapat perbedaan suhu yang cukup tinggi antara rak bagian atas dan rak bagian bawah.

Mesin sortasi buah jeruk dirancang untuk memisahkan buah jeruk ke dalam 4 kelas (grade) yaitu grade ”Super”, grade ”A”, grade ”BC”, dan grade ”D”. Rancangan mesin sortasi ini adalah hasil modifikasi dari mesin sortasi buah jeruk yang telah dibuat tahun sebelumnya. Bagian utama yang dimodifikasi adalah unit pendorong buah. Bagian ini dimodifikasi dengan mengganti unit pendorong buah dengan unit penangkap buah yang digerakkan oleh silinder pneumatik dan dikendalikan dengan PLC (programable logic controller). Sensor buah pada prototipe pertama yang tadinya sebanyak 3 unit dimodifikasi menjadi satu unit dengan menggunakan sensor tipe yang sama yaitu ”Through-beam light sensor”. Hasil uji unjuk kerja diperoleh kapasitas mesin sortasi sebesar 581 butir/jam (62,6 kg/jam) dengan tingkat keseragaman ukuran/diameter buah hasil pemisahan sebesar 95%. Biaya pokok pengoperasian mesin sortasi buah jeruk adalah Rp. 18.650/jam atau Rp 298/kg. Pengoperasian mesin sortasi buah jeruk menghasilkan B/C ratio sebesar 1,18.