BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Sulistiadji, Koes; Prabowo, Agung; Harmanto
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Luas areal panen kedelai pada tahun 1996 mencapai 1.276.400 hektar, sedangkan luas areal panen jagung mcncapai 3.680.000 hektar. Areal panen tersebut pada umumnya adalah lahan kering. Pengembangan jagung dan kedelai di lahan bekas tanaman padi sawah masih sangat terbatas dan belum merata. Tegalan, kebun, dan ladang yang berupa lahan kering adalah lahan yang sangat penting dan potensial untuk menyangga kebutuhan bahan pangan terutama komoditas jagung dan kedelai. Untuk itu pemanfaatan lahan-lahan tersebut harus diusahakan secara optimal. Komponen biaya produksi yang tertinggi dalam usaha tani jagung dan kedelai adalah di sektor tenaga kerja, yaitu masing-masing mencapai 53% untuk jagung, dan 57% untuk kedelai dan total biaya produksi, karena keterbatasan biaya dan tenaga kerja maka diperlukan adanya teknik penanaman benih yang lebih  efektif dan efisien sehingga tanaman dapat ditanam dalam skala yang luas dan serempak. Kapasitas penanaman manual berkisar antara 0,019 s/d 0,020 ha/jam (52 jam/ha) sedangkan kapasitas kerja mesin penanaman benih traktor roda dua sekitar 6 jam/ha. Dalam rangka mengoptimalkan biaya dan tenaga serta meningkatkan keefektifan dan efisiensi produksi. teknik budidaya perlu ditingkatkan. Oleh karena itu mesin penanam dan pernupuk dengan kapasitas besar sangat diperlukan. Mesin tanam skala besar yang diimpor, harga dan biaya operasinya cukup mahal. Prototipe alsin penanam dan pemupuk untuk jagung dan kedelai telah sepenuhnya dirancang dan dibuat di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian mempunyai kapasitas 1.05 jam/ha untuk jagung dan 1.13 jam/ha untuk kedelai serta pemupuk dengan dosis 50 kg UREA, 25 kg TSP dan 25 kg KCL. Biaya operasi mesin ini adalah Rp. 120.000/ha.