BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Serpong, 06 Desember 2018. Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Pemerintah Austria mengadakan penjajakan kerjasama teknologi mekanisasi pertanian produksi Austria, bertempat di Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian atau BBP Mektan, kerjasama ini diuatamakan dalam hal irigasi pertanian.  

Perwakilan dari Kedutaan Austria yang didampingi oleh perwakilan Biro Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pertanian diterima oleh Dr. Astu Unadi, Perekayasa Utama BBP Mektan. 

Baca juga: BBP Mektan Jalin Kerjasama dengan Sekolah Vokasi UNDIP Dukung Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kerjasama Pementerian Pertanian dengan Pemerintah Austria dalam bidang pengembangan mekanisasi pertanian ini adalah yang pertama kali dilakukan, BBP Mektan yang mempunyai tugas dan fungsi dalam pengembangan teknologi mekanisasi pertanian diarahkan untuk mengawal pengembangan capacity bulding terkait transfer teknologi. 

Bantuan berupa soft loan yang diperkirakan senilai 10 Juta Euro dialokasikan untuk pembangunan pertanian dalam bidang teknologi mekanisasi pertanian, terdiri dari 50 % pembangunan infrastructur dan 50 % digunakan untuk pengembangan capacity building, mencakup transfer teknologi, pelatihan dan lain-lain. 

Baca juga: BBP Mektan dan Kyouwa Rintis Kerjasama Pengembangan Mesin Mole Drainer SP30

Penjajakan keterlibatan BBP Mektan diharapkan dapat memperkuat pengembangan capacity building dan membantu pelaksanaan transfer teknologi di indonesia. 

Pada acara tersebut hadir Mr. Klaus Ferk dari industri penyedia irigasi dan mekanisasi pertanian Austria/ perwakilan Kedutaan Austria dan perwakilan dari Biro KLN Kementerian Pertanian. 

Mr. Klaus menjelaskan tentang teknologi irigasi pivot yang efisiensinya mencapai 85 sampai 90 % mendekati drip irigation yang sudah diterapkan di beberapa negara. 

Baca juga: Penandatanganan Kerjasama Lisensi antara BBPMektan denganPT. Pro Solusi Perkasa

Dalam sesi diskusi antara perekayasa BBP Mektan dengan pihak Austria, BBP Mektan mengharapkan model teknologi yang diintroduksikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan sosial budaya di Indonesia. Sebagai contoh, pengembangan model irigasi dan drainase yang dapat diterapkan di lahan pasang surut dan rawa. 

Rencana tindak lanjut dalam mengkaji penjajakan kerjasama ini akan dijadwalkan untuk pertemuan selanjutnya pada tanggal 12 desember 2018 di Biro KLN Kementerian Pertanian. 

Kunjungan penjajakan kerjasama ini diakhiri dengan survei lapang dan melihat beberapa fasilitas di BBP Mektan. (Wira)