BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Serpong, 29/10/2018. Kementerian Pertanian dalam upaya mewujudkan pertanian modern melakukan kegiatan model korporasi untuk optimalisasi mekanisasi dan lahan menuju percepatan pertanian modern (digital farming). Untuk medukung kegiatan tersebut Ditjen. Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), PERTETA dan BBP Mektan melaksanakan  Pelatihan Alsintan sebagai bagian kegiatan pilot percontohan Model Pertanian Modern Berbasis Mekanisasi, tanggal 29 Oktober – 2 Nopember 2018 di BBP Mektan, Serpong.

Baca juga: Pelatihan Alsintan Mendukung Pertanian Berbasis Mekanisasi

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta dari provinsi Kalimantan Selatan, yang terdiri dari : pewakilan PERTETA, Asosiasi, Dinas Pertanian, serta anggota UPJA khususnya dari wilayah Barito Koala, Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan pelatihan ini peserta diberikan materi serta berdiskusi aktif tentang permasalahan-perrmasalahan yang mereka hadapi di lapangan terutama tentang pengoperasian dan trouble shooting alsintan. Materi pelatihan meliputi : teori dan praktek alsin Traktor Roda Empat (TR4), alsin Transplanter dan cara pembibitan; sharing tentang pengelolaan UPJA dan; aplikasi UPJA Smart Mobile yang merupakan aplikasi untuk mendukung pengelolaan UPJA.

Baca juga: Optimalkan Bantuan Alsintan Dengan Kegiatan  Pelatihan Alsintan

Perwakilan PERTETA, Arief akbar dalam paparannya menjelaskan bahwa untuk mewujudkan system pertanian modern perlu sinergi kegiatan seluruh unit dalam Kementan, yang meliputi : 1) mengoptimalkan korporasi petanian berbasis mekanisasi; 2) meningkatkan minat generasi muda dalam bidang pertanian; 3) terbangunnya pertanian modern yang berkelanjutkan (digital farming); 4) peningkatan produksi pertanian; serta 5) mewujudkan kesejateraan petani di pedesaan.

Baca juga: pelatihan budidaya bawang merah secara mekanis di TSEP Serpong

Dalam upaya mewujudkan pertanian model korporasi, maka beberapa hal yang harus dipersiapkan yaitu : pendataan kondisi kawasan (areal model pertanian modern); kelengkapan fasilitas model dan kesepakatan aturan model; tata kelola dan organisasi usaha model.

Agar kegiatan model korporasi dapat terwujud maka Kementerian Pertanian c/q Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian juga telah bekerjasama dengan PERTETA untuk melaksanakan kegiatan pendampingan poktan/gapoktan dalam optimalisasi pemanfaatan alsintan, dalam hal ini perlu  melibatkan peran aktif masyarakat tani yang didukung oleh kebijakan dan fasilitasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Baca juga: Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian melalui Pelatihan Teknis Operasional Alat dan Mesin Pertanian

Mencermati begitu pentingnya keterampilan personal Poktan/gapoktan dalam pengelolaan alsintan, maka pada kesempatan pelatihan ini diharapkan agar semua peserta dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sehingga terampil/mahir mengoperasionalkan alsintan. Ke depan dengan adanya kegiatan percontohan model pertanian modern berbasis mekanisasi yang diawali dengan kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat berjalan sukses serta dapat segera dikembangkan ke daerah lainnya secara mandiri oleh Dinas Pertanian ataupun oleh Poktan/Gapoktan/ kelembagaan tani lainnya secara mandiri. (SU)