BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Harmanto; Prabowo, Agung; Hendriadi, Agung
Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

Hasil perekayasaan pengembangan mesin tanam jagung, kedele, padi skala besar mempunyai spesifikasi teknis sebagai berikut : Dimensi tanpa unit traktor (panjang 1950 mm x lebar 2250 mm x tinggi 1000 mm) dengan berat mesin kurang lebih 360 kg, jumlah alur : 3 alur, jumlah hopper : 3 buah pupuk, 3 buah penanam, kapasitas hopper penanam : 15 kg, jarak antar baris : 35-75 cm, dengan tenaga penggerak Traktor 4 roda 33 - 60 Hp/2200 rpm (dilengkapi tiga titik penggandeng) serta kapasitas kerja penanaman 2,94 jam/ha (untuk kedele) dan 1,5 jam/ha (untuk jagung). Dari hasil unjuk kerja yang dilaksanakan untuk mengukur ketepatan keluaran benih dengan menggunakan benih jagung diperoleh rata-rata jumlah biji  yang keluar  tiap pengeluaran  adalah 1 butir  dengan tingkat  ketepatan 90-95% dengan variasi keluar 2 butir sebanyak 5-10%. Pada uji unjuk kerja dengan menggunakan benih kedele diperoleh bahwa rata-rata jumlah biji yang keluar tiap pengeluaran 2 butir dengan tingkat 75-80%, dengan variasi keluar 3 sebanyak 20-25%. Berdasarkan hasil uji tersebut menunjukkan bahwa pengaturan penakar benih telah sesuai dengan persyaratan agronomisnya, yaitu keluaran benih yang diharapkan adalah 1-2 butir untuk jagung dan 2-3 butir untuk kedele. Penggunaan jenis penakar berupa plat niylon berlubang sistem inklin jarak tanam dan lebar baris (alur) untuk masing-masing komoditi juga dapat diatur dari penyetelan posisi unit penanam disesuaikan kebutuhan agronomis tanaman, yaitu untuk kedele dan jagung masing-masing 25 cm x 40 cm dan 25 cm x 75 cm.  Mesin tanam jagung dan kedele skala besar ini ditarik oleh traktor roda 4 YANMAR YM 330 D dengan daya 33 HP (24,61 kW) / 2600 rpm. Kecepatan maju saat penanaman adalah 3,44 km/jam (untuk jagung) dan 3,42 km/jam (untuk kedele). Pada kondisi tersebut diperoleh hasil rata-rata : kedalaman penempatan benih 3-5 cm dan kedalaman pengolahan tanah dengan rotari 10,28 - 10,29 cm. Meskipun demikian, pada uji coba yang telah dilakukan masih banyak dijumpai kelemahan-kelemahan mesin tanam skala besar untuk dapat dilakukan modifikasi antara lain : sistem transmisi untuk rotary yang dipasang di depan unit penanam kurang sesuai dengan berbagai jenis traktor roda 4, kerangka mesin penanam perlu diperkuat untuk mendukung unit penanam dengan menambah kerangka plat setebal 12 mm ke bagian unit penanam, bagian pemupuk belum dapat berfungsi dengan baik karena sifat pupuk yang higroskopis, sehingga diperlukan modifikasi penambahan pengaduk (agitator). Selain itu perubahan jenis pembuka alur untuk pupuk juga diperlukan untuk menghindari tanah  akan  menyumbat  lubang  pengeluaran  pupuk  saat beroperasi di lapangan.