BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Perluasan areal tanam padi di lahan kering saat ini menjadi tumpuan besar pemerintah untuk meningkatkan produksi padi nasional. Upaya tersebut diwujudkan dalam Program Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) karena kondisi eksisting lahan sawah sudah sangat sulit untuk dilakukan perluasan. Pengembangan lahan kering dinilai jauh lebih murah karena relatif tidak memerlukan kelengkapan sarana penunjang seperti pada lahan sawah irigasi. Pengembangan padi gogo pada lahan kering juga dapat dikombinasi dengan usaha pengembangan komoditas lainnya dengan cara tanam tumpangsari.

Baca juga : Training Inkubasi Bisnis - Alat Tanam Benih Langsung (Atabela) di Taman Sains Enjiniring Pertanian (TSEP)

Khusus lahan padi sawah tadah hujan dan lahan padi gogo yang ada belum dimanfaatkan secara optimal tidak lain akibat keterbatasan tenaga kerja, benih unggul dan sumber air. Optimalisasi pemanfaatan lahan ini menuntut adanya dukungan antara lain teknologi mekanis spesifik sejak penyiapan lahan, tanam hingga panen. Mekanisasi besar-besaran ditempuh oleh Pemerintah dengan pemberian bantuan alsintan kepada petani pada tahun 2015 sebanyak 62.221 unit alat mesin pertanian (alsintan) terdiri dari traktor roda dua, traktor roda 4, pompa air dan mesin tanam padi (rice transplanter). Dan jumlah bantuan alsintan serupa meningkat pada tahun 2016 dan 2017. Alsintan tersebut diyakini dapat diadopsi petani dan menjadi solusi dalam upaya meningkatkan produksi padi, karena sesungguhnya mekanisasi dipersiapkan dan hadir untuk mengatasi kendala tenaga kerja tersedia, untuk memperbaiki kualitas hasil kerja, mengurangi losses dan meningkatkan efisiensi usahatani.

Baca juga : Pelatihan Pembuatan Atabela di BBP Mektan

Alat tanam benih langsung (Atabela) 8 baris tanam untuk padi lahan kering hasil rekayasa BBP Mektan terbukti cukup efektif untuk menanam padi lahan kering secara larikan, hal ini sejalan dengan sistem budidaya “Largo Super” yang tengah dikembangkan oleh Balitbangtan di beberapa daerah sentra padi di Jawa Tengah. Atabela yang didesain untuk menghasilkan 8 baris tanaman Jajar-legowo dengan jarak {(20x10)x40} dan ditarik traktor roda dua ukuran 6,5-8,5 Hp, selain kapasitas kerja tinggi (4-5 jam/ha), hemat waktu, sistem larikan yang memudahkan penyiangan secara mekanis, juga memanfaatkan traktor roda dua yang ada, sehingga meningkatkan fungsi traktor yang utamanya sebagai pengolah tanah. Dengan cara pengoperasian yang benar, kegiatan tanam menggunakan atabela ini akan memberikan hasil yang optimal dan diharapkan akan dapat menarik minat petani untuk menerapkan teknologi ini dalam luasan yang lebih besar. (SU)