BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Swadayaonline.com - Petani di desa Mekarsari Tayawi, Kecamatan Oba, Kota Tidore kepulauan kini sudah bisa tersenyum. Sudah 2 hari ini mereka melakukan panen padi varietas Ciliwung dengan produktivitas rata-rata 5,8 ton/ha. Kegiatan panen menjadi lebih cepat dengan adanya mini combine (mico) harvester. 
Di saat tenaga panen mulai terbatas, ternyata mico harvester hasil perekayasaan Balitbangtan lebih bermanfaat di desa ini. 

Ketua Poktan Sidomampir, Khotib mengemukakan lahan sawah di wilayahnya memiliki petak kecil-kecil dan struktur tanahnya agak dalam sehingga  mesin panen mini seperti mico harvester jauh lebih mudah dioperasikan dibandingkan mesin panen yang besar. 

Jumat (5/1) pagi ini dia memanen padi seluas 1,5 ha didampingi tim upsus Babinsa Kodim 1505 Tidore. Dengan mico harvester, dia hanya butuh waktu 6 jam untuk panen padi 1 hektar. Selain itu juga jauh lebih irit. Operatornya cukup 3 Orang dan kebutuhan bahan bakarnya 7 liter/ha,"Ujarnya.

Sementara itu, Bram brahmantiyo, Kepala BPTP Malut menjelaskan introduksi mico harvester memang sengaja diprioritaskan untuk wilayah sawah dengan petakan yang kecil seperti sawah di Tidore yang luasnya hanya 100 ha karena mobilisasinya lebih mudah. Selain itu, konstruksi mesin ini juga sederhana sehingga mudah dipelajari dan suku cadangnya juga mudah diperoleh, "pungkasnya. SY/HMS

 

Sumber : Swadayaonline.com