BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Sigit Triwahyudi1), Leopold O. Nelwan2), Sri Endah Agustina2), dan Dyah Wulandani2)

1)Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian

2)Staf Pengajar pada Departemen Teknik Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga



ABSTRAK

Keseragaman kadar air pada proses pengeringan berbagai produk, termasuk produk pertanian biasanya sulit dicapai tanpa adanya proses pengadukan. Akan tetapi tidak semua jenis produk pertanian dapat dilakukan proses pengadukan selama pengeringan berlangsung. Untuk itu diperlukan bentuk modifikasi pengering, antara lain dengan rancangan rak pengering yang dapat diputar kearah vertikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dari pengering yang dirancang, terutama keseragaman kadar air, dan kebutuhan energi spesifik selama proses pengeringan.  Dalam penelitian ini dikeringkan 10 kg kapulaga untuk setiap perlakuan. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan parameter-parameter yang mencakup perubahan suhu, kelembaban dan kadar air selama pengeringan. Sebanyak empat perlakuan pemutaran posisi rak diterapkan yaitu: (1) tanpa pemutaran dan tanpa pergeseran posisi rak; (2) posisi rak diputar dan bergeser 180 oC dari posisi semula; (3) posisi rak diputar dan bergeser 90 oC dari posisi semula dan (4) posisi rak diputar dan bergeser 45o dari posisi semula. Interval waktu pengukuran setiap 60 menit. Pada setiap interval waktu pengukuran tersebut dilakukan pemutaran rak selama 20 menit (menit ke 0-10 dan menit ke 50-60)  serta  pergeseran posisi rak setiap 60 menit. Hasil pengujian  menunjukkan bahwa rata-rata suhu pengeringan selama pengeringan berlangsung berkisar antara 41,3-48,1 oC dan kelembaban relatif (RH) antara 32,1-44,1 %. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk mengeringkan 9,5-10,0 kg kapulaga lokal dari kadar air awal 80,3-82,7 % (bb) sampai kadar air akhir  9,9-10,6 % (bb) dibutuhkan waktu pengeringan selama 30-47 jam, laju pengeringan 1.5-2.4 % (bb)/jam. Kebutuhan energi spesifik (KES) 21,1-29,6 MJ/kg. Input energi yang berasal dari iradiasi surya berkisar antara 18,1-27,6 %. Efisiensi total sistem berkisar antara 11,4-16,1 %. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kinerja pengering efek rumah kaca (ERK) hibrid dengan rak berputar dipengaruhi oleh pergeseran posisi rak. Dengan pergeseran posisi rak menyebakan sebaran suhu bahan lebih seragam, sehingga menghasilkan kadar air yang lebih seragam, konsumsi energi spesifik menurun dan efisiensi total sistem meningkat. Perlakuan IV (pergeseran posisi rak 45oC) menunjukkan keseragaman terbaik pada perlakuan ini, simpangan baku (SD) untuk distribusi suhu bahan adalah sebesar 1,2 %, keseragaman kadar air sebesar 1,1 %, total  efisiensi sistem pengeringan sebesar 16,2 % dan kebutuhan energi spesifik (KES) sebesar  21,1 MJ/kg.

Kata kunci: pengering matahari, efek rumah kaca, rak berputar, kapulaga.