BBP Mektan BBP Mektan - Mekanisasi Pertanian

Sukrisno Widyotomo1), Sri Mulato1), dan Bambang Prastowo2)

1)Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia

2)Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan




ABSTRAK

Penyangraian adalah salah satu tahap pengolahan hilir kakao yang sangat menentukan cita rasa khas chocolate. Penyangraian bertujuan untuk mengembangkan rasa, aroma, warna, dan mengurangi kadar air. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia telah merekayasa alat sangrai biji kakao tipe silinder horisontal dengan sumber panas kompor bertekanan berbahan bakar minyak tanah yang cocok dan terjangkau oleh pengusaha kecil baik secara teknologis maupun harga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kinerja mesin sangrai biji kakao tipe silinder horisontal dengan menggunakan sumber panas kompor bertekanan berbahan bakar minyak nabati (minyak jarak dan minyak sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kompor bertekanan berbahan bakar minyak jarak dan minyak sawit, biji kakao pasca sangrai dengan kadar air 2-3% diperoleh setelah proses penyangraian berlangsung selama 40-50 menit dengan suhu sangrai antara 110-120oC. Tenaga yang dihasilkan kompor dengan bahan bakar minyak jarak sekitar 2,765 kilowatt dengan konsumsi bahan bakar antara 0,266-0,287 kg/jam, dan dengan bahan bakar minyak sawit sekitar 2,720 kilowatt dengan konsumsi bahan bakar antara 0,271-0,292 kg/jam. Mutu akhir yang dihasilkan dari proses penyangraian biji kakao baik dengan menggunakan minyak jarak maupun minyak sawit adalah baik dan dapat diterima oleh konsumen.

Kata kunci : Kakao, sangrai, energi, minyak tanah, minyak nabati, kompor bertekanan.