Integrasi Msn Pemanen dg Msn Pengolah Biomassa Tan. utk Sisem Ush Tani Ternak & Tan. Terpadu (CLS)

ABSTRAK

Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak  (SITT) telah cukup berkembang tidak hanya di negara-negara berkembang saeperti di  Indonesia, Asia Tenggara dan Amerika Latin tetapi  juga negara maju di Amerika Serikat dan Australia. Dalam perkembangan lebih lanjut  integrasi dua komoditas ini telah menjadi suatu usaha tani yang saling terkait dan saling memberikan kontribusi serta memberikan kemanfaatan untuk masing-masing subsistem. Di Indonesia, dalam konteks ekonomi, perubahan makro  menyebabkan harga input produksi seperti pupuk, pakan dan  obat semakin meningkat terutama karena pengaruh fluktuasi global. Namun demikian pada tingkat mikro di usaha tani  SITT (CLS) di pedesaan justru petani telah melakukan penerapan praktis teknologi dan teknik bertani yang mampu berkelanjutan (sustainable agricultural practice & technology).
Berbagai contoh kasus di Sragen, Bengkulu, NTT, NTB, Bali dan beberapa tempat, sudah melakukan optimasi pemanfaatan sumber daya lokal seperti limbah biomasa, limbah ternak, untuk memenuhi kebutuhan pakan dan pupuk. Kasus di Jawa Tengah, Bali dan NTB menunjukkan bahwa SITT mampu meningkatkan BCR beberap poin. Di kabupaten Bantul, kelompok Ternak Andini Mukti mampu menunjuukan bahwa lahan semit ( 1000m2) dengan jumlah ternak 2 ekor, mampu memberikan pendapatan  per  musim Rp. 3 juta lebih dengan RC 3.88. output dari SITT juga berupa pupuk padat dan cair serta biogas untuk energy rumah tangga. Disamping itu dikembangkan pula ternak cacing dengan media jerami dan kotoran sapi untuk pembiakannya.
Dua desa di  Jopaten Srandakan, Kabupaten Bantul dan  Werdisari Prembun Kabupaten Kebumen dijadikan sampel aplikasi Model SITT dalam penelitian ini, dengan memasukkan unsur mekanisasi pertanian sebagai inovasi teknologi. Diharapkan dengan tambahan teknologi ini, dapat ditingkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan tenag kerja, dan bahkan  dapat memberikan peluang usaha yang lebih baik untuk tambahan output ( profit). Karena itu, SITT yang benar dan adaptif pasti akan menjadi tumpuan kekuatan ekonomi di pedesaan. Tindakan yang perlu dilakukan adalah memperbaiki inovasi teknologi secara optimal untuk melakukan konversi produk s.d.a. (sumberdaya alam) menjadi  substitusi input yang bermanfaat. Dan pendampingan petani dengan pelatihan dan sekolah lapang untuk apresiasi teknologi. Jika kekuatan ekonomi petani dapat ditingkatkan melalui Sistem Integrasi Tanaman dan Ternak harapan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian petani dalam menghadapi gejolak ekonomi global akan dapat  terwujud.

HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...