Introduksi Mesin Pengolahan Tepung Cabe di Propinsi Aceh

Cabe merah (segar) merupakan salah satu jenis komoditas sayuran horti yang mempunyai sifat mudah rusak karena kandungan airnya tinggi (55–85 %) sehingga tidak tahan lama untuk disimpan.  Keadaan sifat yang demikian tersebut jika tidak diikuti dengan teknik penyimpanan yang benar maka akan mempercepat kerusakan pada cabe merah yang selanjutnya mengakibatkan penurunan mutu (harga). Permasalahan utama dan kerap terjadi dalam pemasaran cabe segar adalah terjadinya fluktuasi harga yaitu pada saat panen raya produksi berlimpah dengan harga relatif murah yang mengakibatkan petani mengalami kerugian.

Penanganan penyimpanan cabe merah di Indonesia umumnya masih sangat sederhana sehingga tingkat kerusakan di lapang cukup tinggi.  Hal ini disebabkan oleh fasilitas pengolahan dan pengetahuan petani yang masih terbatas.  Oleh karenanya pengembangan usaha pengolahan cabe merah (menjadi bentuk kering dan tepung) di sentra produksinya perlu mendapat dukungan penyediaan alat mesin pengolahan yang dapat menjamin kualitas dan kontinuitas produk olahan yang dihasilkan.

Dengan teknologi penyimpanan cabai merah dalam bentuk kering (utuh maupun tepung) dapat meningkatkan nilai ekonomi cabai merah pada saat panen raya dan memanfaatkan cabai yang tidak memenuhi standard kualitas cabai segar (afkir).  Untuk itu diperlukan teknologi mektan berupa mesin pengering, penepung dan alsin pengemas.Paket mesin produksi tepung cabe merah yang telah dikembangkan ini tidak hanya dapat digunakan untuk memproduksi tepung cabe saja namun untuk tepung dari komoditas pertanian lainnya, seperti: pisang, cassava, tepung mocaf, strawberry, dan lain-lain.Kinerja mesin pengering ini dapat mengeringkan cabe merah hingga kadar air yang aman untuk penyimpanan (7,48 %) dalam waktu 11 jam dengan konsumsi gas 0,98 kg/jam.  Cabe kering yang dihasilkan berwarna merah cerah dan bersih dari kotoran.

Mesin ini juga dapat dioperasikan menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sekam, dan biomasa lainnya.  Mesin ini juga dapat digunakan untuk berbagai produk horti lainnya untuk tujuan pengeringan atau sayuran kering seperti wortel, daun bawang, dan produk sayuran lainnya.  Bahkan mesin ini dapat digunakan untuk pengolahan benih hortikultura karena suhu pengeringannya dapat disetting sesuai kebutuhan dan dikontrol secara otomatis.

Kapasitas (input) mesin penepung ini 35-50 kg/jam.  epung cabe merah yang dihasilkan lolos Mesh < 30 = 0,33 %; 30 = 57,31 %; 60 = 39,86 %; 80 = 2,34 %.  Konsumsi BBMnya adalah 0,96 l/jam.  Tepung cabe merah yang dihasilkan berwarna merah lebih cerah (Gb 14) dibanding tepung cabe merah dalam kemasan yang dijual di supermarket dan food grade.  Mesin ini dikembangkan dengan teknologi cyclone sehingga tepung yang dihasilkan saat keluar dari mesin tidak beterbangan yang diakibatkan adanya dorongan angin akibat dari perputaran gigi-gigi dari piringan penepung (disk mill).

Download :

File PDF klik disini...


HIGHLIGHT

Portal PPID BBP Mektan

Informasi Publik

mail Litbang

Zona Integritas

Lelang Pengadaan

POLLING

Darimanakah Anda Mengetahui BBP Mektan ?

F A Q

Q : Apa yang dimaksud dengan Mekanisasi Pertanian?

Q : Mengapa harus menggunakan Mekanisasi Pertanian, Apa tujuannya?

Q : Apa saja Jenis Pengujiannya?

Q : Bagaimana prosedur dan persyaratan pengujian alat dan mesin pertanian

 Selengkapnya...